Mungkin saat ini, kita semua sudah familiar dengan yang namanya BlackBerry Massenger (BBM), terlebih aplikasi chating tersebut juga sudah bisa digunakan di smartphone berbasis android.Nah pasti dong kita sering menjumpai teman-teman yang hobi update status BBM. Kalau sesekali sih tidak ada masalah, tetapi kalau sebentar-sebentar update, kadang juga bisa bikin jengah.Muak liat foto-fotonya yang ngalahin selebritis, muntah baca statusnya yang kadang ngalahin kata-kata bijaknya mas Mario Teguh. Sory Pak Teguh…..
Nah, penasaran saya coba browsing. Sekedar pengen tahu aja psikologi orang-orang yang suka update status. Ternyata ada beberapa referensi, dan semuanya pada nggak bagus, hahaha…Salah satunya, seperti disampaikan psikolog Biro Konsultasi Dwipayana, Kartika Monoarfa, teman kita itu kurang melakukan komunikasi langsung dengan keluarga dan lingkungan sosial, sehingga kemudian menjadikan media sosial sebagaitempat mencurahkan isi hati. Sosok yang cenderung kesepian dan butuh perhatian.
Sering update status juga bisa menjurus ke gangguan ke jiwaan.Seorang pakar perilaku, Dr Pam Spurr, pakar perilaku, mengatakan, kebiasaan atau rutinitas melihat, mengecek, atau memperbaharui status bisa menimbulkan perasaan cemas dan ingin terus melakukannya.
Apabila kebiasaan ini terus dibiarkan, maka otak akan merasa selalu terdorong untuk melakukan hal tersebut, yang pada akhirnya akan mempengaruhi mental dan kebiasaan hidup sehari-hari.Gangguan kejiwaan yang dimaksud adalah narsis. Kata satu ini memang sering kita dengar, tapi mungkin tidak semuaorang tahu artinya.Narsis adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi untuk kepentingan pribadinya dan juga rasa ingin dikagumi.
Narsis merupakan gangguan psikologis dan termasuk salah satu dari tipe penyakit kepribadian. Mudah emosi, banyak berpura-pura, antisosial dan terlalu mendramatisir sesuatu.Padahal, dibalik sikap tersebut, harga dirinya rapuh dan sensitif terhadap setiap kritik kecil.Jadi mulai sekarang, kalau ada teman kita sering update status, kalau segan delete contact, ya abaikan saja. Anggap saja temankita itu lagi galau atau sedang sakit jiwa.
Komentar
Posting Komentar